Indonesia adalah sebuah Negara berpenduduk muslim terbesar
di dunia. Namun, kuantitas tidak menjamin kualitas dari masyarakat yang disebut
sebagai bangsa paling sopan di dunia ini. Nah, seharusnya kita malu dengan bangsa
minoritas di bawah ini :
1.
Uighur
![]() |
| Muslim Uighur |
Adalah bangsa muslim yang tinggal di
Turkestan Timur, masuk dalam provinsi Xinjiang, Cina. Bangsa muslim ini adalah
salah satu penyusun etnis muslim yang ada di Cina, yang berjumlah lebuh dari 23
juta jiwa. Etnis ini sering kali mendapat perlakuan sewenang-wenang dari rezim
Komunis Maois yang berdiri sejak tahun 1949 ini. Mereka kerap kali dilarang
menjalankan rukun islam seperti sholat dan puasa. Mereka juga selalu diawasi
dalam kehidupan sehari-hari dengan dalih pemberantasan “terorisme”. Kini,
mereka membentuk milisi “Partai Islam Turkistan” yang terdiri dari masyarakat
Turkestan Barat (Uzbekistan dan Kazakhstan) dan Timur. Kelompok ini banyak
beroprasi di medan perang Afghanistan, Pakistan dan Suriah.
2.
Pattani.
Muslim Pattani adalah muslim yang sering
dijadikan objek latihan militer Thailand dengan dalih pemberantasan
“terorisme”. Beruntung, nasib mereka tidak seburuk mislim Uighur di atas.
Karena selain militer Thailand yang bagai bumi dan langit dengan Komunis Cina,
mereka juga mendapatkan bala bantuan dari sesame muslim Asia Tenggara. Namun,
hungga saat ini perlawanan bersenjata masih erus berlanjut karena pemerintah
Thailand tidak kunjung menghentikan aksi brutalnya tersebut.
3.
Muslim Afrika Tengah.
Muslim Afrika Tengah berasal dari berbagai
macam etnis yang beragama islam. Minoritas muslim yang memiliki presentase 15%
ini pernah mengalami masa-masa damai ketika milisi Muslim Selaka berkuasa di
ibukota Bangui dan mayorias kota di Afrika Cengah dan otomatis menjadi penguasa
republic yang pernah berbentuk kekaisaran ini. Namun, mayoritas Kristen di sini
menolak untuk mengakui kekuasaan Selaka dan pemimpin mereka Michael Djotodia.
Kini, Djotodia telah jatuh dan Kristen memiliki milisi bernama Anti-Balaka yang
terus menindas, membantai dan mengusir Muslim.
4.
Muslim India
Sama seperti Afrika Tengah, Muslim India
terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Walaupun tidak mendpat diskriminasi,
mereka masuk dlam daftar ini dikarenakan merekalah yang seolah-olah berkuasa di
Negara Bollywood ini. Bahkan prof. Abdul Kalam yang merupakan ilmuan dibidang
nuklir, adalah mantan presiden India. Tidak hanya itu, banyak politisi,
pengusaha dan artis-artis muslim yang menggeliat di Negara dengan kekuatan
militer terkuat kedua di Asia tersebut.
5.
Salafi Bosnia
Bosnia merupkan Negara dengan presentase
Muslim yang cukup besar yakni 41%. walaupun begitu, muslim disini mempraktekkan
Islam yang relatif sama dengan Indonesia. Tapi tidak dengan orang-orang salafi
dari pedesaan. Ketika banyak muslim yang mengungsi ke luar negri ketika terjadi
perang Bosnia, salafi dari pedesaan ini tidak berhenti mengobarkan jihad
melawan aggressor dari Kroasia dan Serbia. Kini mereka banyak yang pergi ke
Iraq dan Suriah untuk bahu-membahu dengan pejuang Muslim di sana untuk
menggulingkan tirani disana.
6.
Tartar Krimea
Tartar Krimea adalah penduduk asli
semenanjung Krimea yang kini di aneksasi oleh Rusia. Mereka sebelumnya
merupakan penduduk mayoritas dari semenanjung yang pernah jadi bagian Ottoman
tersebut. Namun ketika Josef Stalin berkuasa, mereka di usir secara brutal ke
daerah Asia Tengah dan Siberia. Kini, jumlah mereka tinggal 12% saja dan 90%
dari mereka menginginkan tetap bergabung dengan Ukraina.
7.
Kaukasus
Muslim Kaukasus adalah etnik yang terdapat di
selatan Rusia. Mereka adalah muslim yang sangat tangguh, tidak takut mati dan
anti-kolonialime. Perjuangan itu dimulai ketika pada abad 18 Imam Shamil
berjuang melawan Rusia agar tidak menjadi daerah baru dari kekaisaran yang
dipmpin oleh Chaterine The Great itu. Kemudian pada dekade 1990-an Dzokhar
Dudayev mendeklarasikan kemerdekaan Chechnya dari Rusia. Orang-orang Chechnya
yang sudah tidak tahan dengan kebengisan Rusia mendukung 100% kemerdekaan itu.
Begitu pula dengan muslim Kaukasus lainnya. Namun, Rusia yang geram akhirnya
berhasil memenangkan pertempuran dengan memanfaatkan pengkhianat bernama Akhmad
Kadyrov untuk bersama membasmi pejuang muslim Chechnya yang saat itu dipimpin
“Shamil kedua” yakni Shamil Basayev yang menjadi komandan perang setelah
Dzokhar Dudayev gugur dalam pertempuran.







No comments:
Post a Comment