Film “Omar” sempat menggegerkan dunia dengan menjadi
pemenang dalam salah satu ajang bergengsi perfilman di dunia. Film yang
menceritakan perjuangan Omar beserta kedua temannya yang bergabung dengan
kelompok perjuangan Palestine ini menyajikan berbagai macam adegan yang sesuai
dengan standar film barat. Ditambah dengan percintaan yang sangat “khas barat”
dengan tokoh yang dinamakan Nadia. Namun, kami disini tidak akan membahas tentang
alur dari film tersebut. Melainkan, dari film tersebut kita dapat membuka mata
kita lebar-lebar tentang kondisi sebenarnya yang terjadi di Palestina dan
terutama Tepi Barat.
1.
Tidak Semua Orang Palestina “Islamis”.
Sangat banyak adegan dalam film ini yang menceritakan
kebebasan, sekularisme dan lain-lain. Hal ini bisa jadi merupakan cerminan dari
Tepi Barat yang dikuasai oleh faksi sekuler Fatah. Dan sangat berbeda dengan
Gaza yang dikuasai Hamas tahun 2007.
Disini terlihat dengan jelas tembok besar
yang memisahkan dan menghalangi mobilitas penduduk satu sama lain. Dan tokoh
utama dalam film ini harus bertaruh nyawa dengan memanjat dinding untuk menemui
kekasihnya, Nadia yang dibuat oleh Israel yang panjangnya ratusan kilometer tersebut.
“Area B” adalah area yang telah disetujui
oleh perjanjian Oslo sebagai wilayah milik Palestina. Namun seluruh prosedur
keamanan adalah milik Israel. Di film ini trlihat bahwa Israel dengan leluasa
menangkapi para pejuang Palestina.
4. Sering Terjadi Konflik Antar Sesama Pejuang.
Para pejuang sering kali harus bertengkar
satu sama lain. Bahkan dalam satu kasus, pertengkaran tersebut bisa merenggut
nyawa sesame pejuang.
Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan
penyiksaan yang kata Negara-negara barat menyalahi hak azazi manusia. Namun,
barat dengan sukarela memberikan bantuan dalam segala bentuk ke Israel.
Terdapat banyak sekali hal yang membuktikan
bahwa budaya barat telah meracuni masyarakat Palestine. Seperti pacaran dan
hamil di luar nikah. Hal ini sangat miris, karena Palestina sudah dikenal
dengan buminya para syuhada.
7.
Mossad Dimana-mana
Mossad (agen rahasia Israel) banyak sekali
merekrut orang Arab dari segala macam latar belakang dari Yahudi, Kristen dan
bahkan Islam. Mereka disebar di seantero Tepi Barat untuk memadamkan api
perjuangan bangsa Palestina.
8.
Harus Pandai Memilih Teman
Dala film ini anda diajarkan untuk pandai
memilih teman. Seperti para pejuang Palestina. Apabila salah memilih teman,
akibatnya fatal. Yakni paling beruntung adalah dipenjara. Karena, bisa saja
teman tersebut bersekutu dengan Israel demi uang.
Nah dari seluruh pelajaran yang dapat dipetik diatas, dapat
disimpulkan ke nomor 9 yakni :
Yup, benar sekali. Perjuangan suatu bangsa
memang tidaklah mudah. Namun, Palestina memiliki masalah yang amat kronis
seperti yang telah disebutkan di atas. Apabila masalah tersebut belum dapat
diatasi. Kemerdekaan palestina dengan wilayah sebelum perjanjian Balfour 1917
sudah lenyap.






No comments:
Post a Comment