Akhir-akhir ini kita sering sekali melihat pemberitaan media
massa Indonesia yang memberikan pemberitaan warga Indonesia berjiad di Suriah.
Nah banyak sekali media mencoba untuk mengetahui mengapa mereka bisa menjadi
radikal dan sebagainya. Namun itu bukan masalah yang dihadapi oleh Bumi Pertiwi
ini saja, namun juga berbagai Negara di dunia. Nah apa sajakah itu? Mari kita
simak :
·
Factor internal :
1.
Peran Penguasa
![]() |
| Presiden Erdogan |
Untuk hal ini. Ini adalah penyebab yang bisa dibilang sah untuk orang
yang berjihad. Karena pengasa sendiri telah merestui mereka untuk pergi membela
agama Islam. Seperti Presiden Muhammad Mursi dari Mesir dan Presidan Turki
Erdogan yang menyatakan wajibnya berjihad ke Suriah. Tentu sja ini merupakan
angin segar yang seperti mimpi di siang bolong bagi mereka yang ingin pergi
berjihad yanpa harus mengambil resiko ditangkap oleh petugas keamanan.
Nah media adalah penyumbang terbesar kedua dari banyaknya orang yang
pergi berjihad,. Dikarenakan media inilah yang mampu menggiring opimi
masyarakat tentang apa yang terjadi di medan pertempuran. Selain itu. Berbagai
media banyak mengingkapkan rahasia yang merugikan umat islam seperti
pembantaian Hamah dan kebiadaban Amerika yang menyedot simpati ratusan jihadis
dari seluruh dunia untuk pergi bertempur.
Nah, ini yang dianggap oleh BNPT sebagai proses “cuci otak” terhadap
rakyat Indonesia. Toh, orang orang yang melakukan “cuci otak” ini bukanlah
orang yang bisa melakukan hipnotis.
Melainkan mereka yang pandai dalam menggiring opini terhadap temannya tentang
apa itu berjihad.
Kampanye biasanya dilakukan dengan cara damai. Seperti Hizbut Tahrir yang
melakukan gerakan dengan cara damai. Namun, orang orang yang baru saja menganal
tentang Hizbut Tahrir akan mencari informasi tentang apa yang dikampanyekan
oleh mereka. Nah, mereka biasanya akan masuk ke factor kedua yakni ke media.
Pernahkah anda mendengar bahwa pancasila adalah ideologi kufur? Itu
bukanlah hal yang aneh di kalangan Jihadis. Karena memang sampai saat ini kita
tidak dapat menjadi Negara besar dengan Pancasila. Dan para Jihadis ingin
merubah sistem di Indonesia menjadi sistem islam.
·
Factor External :
Selain
factor internal di atas, factor external juga cukup berpengaru dalam
pembentukan karakter Jihadis.
Haha, kayak lagunya om iwan “bongkar” aja. Hal ini mengakibatkan orang
orang yang ditindas untuk segera melakukan perlawanan. Nah, hal ini biasanya
dialami oleh Muslim minoritas di seluruhdunia. Yang sudah tidak tahan dengan
perlakuan Rezim tempat mereka berasal.
Janji-janji yang diucapkan oleh Jokowi pada kampanye kemarin sungguh
indah didengar. Namun, kenyataanya. huh, jauh panggang dari api. Nah, ini juga
membuat orang-orang yang ingin menagih janji menjadi “radikal” karena tidak
kunjung ditepati.
3.
Ketidakadilan
Pernah dengar kasus Salim Kancil?. Beliau gugur dibunuh oleh sisitem yang dianut oleh Negara ini. Dimana yang benar dipenjara dan yang salah malah dapat pergi ke Bali? Huh, sungguh miris. Ini juga yang membuat para aktivis lingkungan turut memanggul senjata.
Pernah dengar kasus Salim Kancil?. Beliau gugur dibunuh oleh sisitem yang dianut oleh Negara ini. Dimana yang benar dipenjara dan yang salah malah dapat pergi ke Bali? Huh, sungguh miris. Ini juga yang membuat para aktivis lingkungan turut memanggul senjata.
4.
Kemiskinan
Nah ini adala propaganda pemerintah yang menyudutkan para Jihadis yang dituduh berjuang demi uang dan dibayar untuk berjihad. Pernyataan itu memang tidak 100% salah. Namun, mengapa tidak mereka saja yang mengatasi kemiskinan agar rakyatnya tidak berjihad?
Orang orang diluar islam selalu saja menganggap rendah dan merasa
berkuasa atas Islam. Dan anehnya mereka dapat perlindungan dari pemerintah yang
menamakan diri mereka sebagai “orang islam”. Para jihadis sudah sangat muak
dengan kelakuan orang Cina yang memanipulasi dan memonopoli perekonomian demi
perut mereka sendiri. Seperti menggusur rumah warga demi membangun kondominium
mahal dan hotel yang membuat marah umat Islam dan menambang pasir secara
illegal di sungai Brantas yang tentu saja merusak lingkungan. Karena tidak
mendapat kuntungan sepeser pun. Jadi jangan salahkan apabila umat islam
nantinya akan memanggul senjata dan menggantung Presiden di kemudian hari.









No comments:
Post a Comment